Wayang Kulit Banyumasan Sepi Penonton

DALANG Wayang Kulit Banyumasan Ki Rasito saat unjuk kabisa di Gunungan International Mask & Puppets Festival 2013

RETNO HY/"PRLM"
DALANG Wayang Kulit Banyumasan Ki Rasito saat unjuk kabisa di Gunungan International Mask & Puppets Festival 2013 di Bale Pare Kota Baru Parahyangan, Padalarang, Kab.Bandung Barat, Sabtu (15/6/13) malam.*
NGAMPRAH, (PRLM).- Nama dalang wayang kulit Banyumasan Rasito Lebdho Carito seakan sudah menjadi jaminan akan membeludaknya penonton. Namun penampilannya di Gunungan International Mask & Puppets Festival 2013 di Bale Pare Kota Baru Parahyangan sepi penonton.
“Ada banyak alasan kenapa penonton tidak begitu banyak malam (Sabtu, 15/6/13) ini.Mungkin karena hujan terus mengguyur, atau karena banyak yang tidak tahu,” ujar dalang yang lebih dikenal dengan sapaan Ki Rasito ini, kelahiran di Cilacap 12 April 1975, ditemui seusai manggung.
Tampil bersama groupnya Sabdo Budoyo, dalang wayang kulit Banyumasan yang kayak akan inovasi bukan kali ini tampil di Bandung dan sekitarnya yang cukup menyedot animo penonton. Seperti di Gedung Kesenian Rumentang Siang yang terpaksa dikenai tiket masuk seharga Rp 50.000 hingga Rp 200.000, karena banyaknya calon penonton.
Di Gunungan International Mask & Puppets Festival 2013, Ki Rasito membawakan cerita Semar Gugat dihadapan seratus lebih pasang mata penonton.Dirinya merasa yakin kalau wayang tetap akan digandrungi penonton, selama dalang mampu membuktikan bahwa wayang ternyata menarik dan bisa memuaskan penonton. "Tergantung bagaimana dalang membawakannya,” ujar Rasito. (A-87/A-88)***

supported by: :Melinda HospitalBale Pareinstitut francais indonesiaPikiran Rakyattatali news corporationPikiran Rakyat FMHayu Hejopapirusking entertainment

"One of the best festival in the world"